Rabu, 19 Juni 2013

Bab 1:PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL (EQ), KECERDASAN SPIRITUAL (SQ), DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X DI SMK PGRI 6 MALANG TAHUN PELAJRAN 2012/2013

1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sumber daya manusia yang berkualitas akan mampu mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki untuk suatu perkembangan dan kemajuan. Salah satu upaya untuk membangun SDM yang berkualitas adalah melalui pendidikan formal di sekolah maupun di masyarakat. Sekolah sebagai salah satu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan secara formal, sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional melalui proses belajar mengajar. Pendidikan tersebut mempunyai fungsi (UU No. 20 tahun 2003 pasal 3): “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk perkembangann potensi peserta didik agar menjadi peserta didik yang beriman, bertakwa pada Tuhan, berakhlak mulia, sehat berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga yang demokratis dan bertanggung jawab”.
Tujuan dari proses pembelajaran di sekolah selalu saja terfokus pada prestasi akademik yang maksimal saja. Hal tersebut dikarenakan nilai akademik merupakan salah satu indikator yang mencerminkan kinerja anak di sekolah. Selain itu, kegiatan pembelajaran di sekolah berperan pada pemberian informasi yang faktual dan pengembangan penalaran yaitu pemikiran yang logis menuju pencapaian suatu jawaban yang benar atau salah. Menurut Gagne dalam Slameto (2004:35)” Belajar merupakan kegiatan yang kompleks, hasil belajar berupa
2
kapasitas. Setelah belajar orang memiliki ketrampilan, pengetahuan, sikap & nilai. Hal ini mengindikasikan kurikulum di Indonesia masih terfokus pada peningkatan kecerdasan intelektual saja. Berdasarkan hasil survey statistik penelitian yang dilakukan oleh Lohr dalam sufnawa (2008) menyebutkan bahwa (IQ) ternyata tidak cukup untuk menerangkan kesuksesan seseorang. Ketiga skor (IQ) dikorelasikan dengan tingkat kinerja dalam karier mereka, taksiran tertinggi untuk besarnya selisih (IQ) terhadap kinerja hanyalah sekitar 25%. Bahkan untuk analisis yang lebih saksama yang dilakukan American Psyicological Press (1997) angka yang lebih tepat bahkan tidak lebih dari 10% atau bahkan hanya 4%. Hal ini berarti bahwa (IQ) paling sedikit tidak mampu 75%, apalagi 96% untuk menerangkan pengaruh terhadap kinerja atau keberhasilan seseorang. Menurut Goleman menyebutkan pengaruh (IQ) hanyalah 20% saja, sedangkan 80% dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti kecerdasan (EQ) dan kecerdasan (SQ). Pendapat tersebut juga diperkuat oleh Suhidi dalam Wineriken (2004:1) yang berpendapat bahwa keberhasilan dan kesuksesan hidup tidak hanya ditentukan oleh faktor kecerdasan intelektual yang tinggi saja karena setinggi-tinginya kecerdasan intelektual hanya mampu menyumbangkan maksimal 20% saja untuk memperoleh keberhasilan dan kesuksesan hidup seseorang, sedangkan 80% sisanya dipengaruhi oleh kecerdasan yang lain yaitu kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ), sehingga dari pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ketiga kecerdasan tersebut dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan dan tingkat kesuksesan manusia yang dapat diwujudkan melalui prestasi belajar siswa.
3
Adapun keterkaitan dalam pembelajaran bahwa intelektual dipengaruhi oleh keterlibatan emosional, bahkan emosi sangatlah menentukan perkembangan intelektual anak secara bertahap sesuai dengan perkembangannya. Berdasarkan penjelasan di atas maka, IQ dan EQ memiliki keterkaitan peran, peran IQ sangat menunjang berfungsinya EQ dan sebaliknya tanpa keterlibatan EQ kelak anak tidak dapat menyelesaikan tantangan personal hidup. Perkembangan EQ akan dapat berjalan dengan baik jika kecerdasan itu didasarkan pada kecerdasan SQ. Anak akan mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi jika didukung dan didorong oleh kemampuan dan kecerdasan spiritual (SQ). Sesuai dengan pendapat Goleman yang menyatakan bahwa kecerdasan spiritual (SQ) merupakan kecerdasan tertinggi manusia yang mengintergrasikan semua kecerdasan.
Sebagaimana kita ketahui bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual saja juga masih belum cukup, maka harus ditunjang pula oleh minat belajar siswa. Siswa yang memiliki minat belajar, ia akan memiliki keinginan, perhatian dan cita-cita. Oleh karena itu minat merupakan landasan penting bagi seseorang untuk melakukan kegiatan dengan baik. Sebagai suatu aspek kejiwaan minat bukan saja dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang, tapi juga dapat mendorong orang untuk tetap melakukan dan memperoleh sesuatu. Hal itu sejalan dengan yang dikatakan oleh Nasution (2007:58) bahwa pelajaran akan berjalan lancar apabila ada minat. Anak-anak malas, tidak belajar, gagal karena tidak ada minat. Bila seorang siswa tidak memiliki minat dan perhatian yang besar terhadap objek yang dipelajari maka sulit diharapkan siswa tersebut akan tekun dan memperoleh hasil yang baik dari belajarnya sebaliknya, apabila siswa tersebut belajar dengan minat dan perhatian besar terhadap objek yang dipelajari, maka
4
hasil yang diperoleh lebih baik. Seperti yang diungkapkan oleh Efendi dan Praja (2004:122) bahwa belajar dengan minat akan lebih baik daripada belajar tanpa minat. Berbicara masalah prestasi belajar sangatlah luas, pihak pengelola pendidikan telah melakukan berbagai usaha untuk memperoleh kualitas dan kuantitas pendidikan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa yang selanjutnya terwujudlah perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas, penggunaan metode mengajar, strategi belajar mengajar. Prestasi belajar pada hakekatnya merupakan pencerminan dari usaha belajar. Semakin baik usaha belajar semakin baik pula prestasi yang dicapai.
Paradigma saat ini menunjukkan prestasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu intern dan ekstern, faktor intern tersebut diantaranya adalah kecerdasan dari siswa tersebut. Kecerdasan manusia sampai saat ini kita mengenal ada tiga macam kecerdasan manusia yaitu: pertama, Kecerdasan Intelektual (IQ) istilah kecerdasan manusia dalam kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar, memahaman gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya. Anggapan awal bahwa IQ adalah kemampuan bawaan lahir yang mutlak dan tak dapat berubah adalah salah, karena penelitian modern membuktikan bahwa kemampuan IQ dapat meningkat dari proses belajar. Kedua, Kecerdasan Emosional (EQ) mencangkup kemampuan pengendalian diri sendiri, semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan
5
kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain (empati) dan berdoa, untuk memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya. Ketiga adalah Kecerdasaan Spiritual (SQ). Perlu dipahami bahwa SQ tidak mesti berhubungan dengan agama, Kecerdasan Spiritual (SQ) adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. SQ tidak bergantung pada budaya atau nilai, tidak mengikuti nilai-nilai yang ada, tetapi menciptakan kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri. Kecerdasan Spiritual adalah kecerdasan yang berasal dari dalam hati, menjadikan kita kreatif ketika kita dihadapkan pada masalah pribadi, dan mencoba melihat makna yang terkandung di dalamnya, serta menyelesaikannya dengan baik agar memperoleh ketenangan dan kedamaian hati. Goleman (2003:17). Pendidikan entrepeneurship mulai berkembang sekitar 60-an tahun yang lalu di Amerika Serikat yang dimulai dengan mata kuliah entrepreneurship pertama yang diberikan di Havard Business School tahun 1947. Pendidikan entrepreneurship di Indonesia mulai bermunculan pada tahun 1980-an dan pada tahun 2000-an semakin digalakkan di Indonesia. Pengembangan kewirausahaan atau entrepremeurship adalah kunci kemajuan sebuah negara. Mengapa? karena pendidikan kewirausahaan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan, yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan atau berwirausaha.
Menurut Suryana (2003:10) hakekat kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. Secara efistimologis kewirausahaan hakekatnya
6
adalah suatu kemampuan dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat dalam menghadapi tantangan hidup. Pokok permasalahan pada kewirausahaan di bidang pendidikan adalah terletak pada kemampuan dan kemauan untuk belajar sendiri yang dilandasi oleh sikap mental wirausaha. Seorang wirausaha yang ingin sukses tentunya harus selalu meningkatkan kualitas pendidikan baik melalui jalur formal maupun informal. Agar mereka dapat produktif dan efisien dalam bekerja diperlukan kualitas pribadi yang tinggi dengan mengembangkan berbagai prinsip dan sifat-sifat kewirausahaan. Seseorang yang ingin mengembangkan karier dan prestasi tentunya harus banyak belajar dan mengkaji berbagai aspek kewirausahaan baik yang bersifat teoritis maupun bersifat praktis (Suryana, 2003:53). SMK adalah satuan pendidikan tingkat atas dan kejuruan di bawah naungan Kementerian Dinas Pendidikan. SMK PGRI 6 Malang terletak di Jln. Janti Selatan Malang memiliki Visi dan Misi mewujudkan SMK PGRI 6 kota Malang sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan yang dapat menghasilkan tamatan yang beriman dan bertaqwa, memiliki pengetahuan, keterampilan, kemandirian dan berakhlak mulia sehingga mampu bersaing di tingkat lokal maupun global. Kaitannya dengan beriman dan bertaqwa maka diperlukan kecerdasan-kecerdasan emosional, spiritual dan minat belajar yang tinggi agar kelulusan nantinya akan menjadi orang yang mampu bekerja keras juga menjaga norma pekerjaan dengan kejujuran, kedisiplinan, tidak keras kepala, selalu berbagi dengan orang lain.
7
Penulis tertarik untuk meneliti kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan minat belajar terhadap prestasi belajar kewirausahaan karena salah satu dari kecerdasan di atas yaitu kecerdasan emosional merupakan salah satu modal yang harus dimiliki siswa dalam menghadapi persoalan saat mereka belajar. Namun setiap siswa mempunyai kecerdasan emosional yang berbeda-beda ketika belajar kewirausahaan. Proses belajar mengajar pada mata pelajaran kewirausahaan tinggi rendahnya minat belajar siswa juga tentunya akan memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar yang akan dicapai oleh siswa karena selain siswa dituntut untuk menghafal teori, juga diperlukan keuletan, ketekunan, serta ketelitian di dalam praktek yang digunakan sebagai aplikasi dari materi yang sudah dikuasi oleh siswa. Begitu pula dengan tingkat kecerdasan siswa SMK PGRI 6 Malang yang berbeda-beda dan prestasi belajar mereka juga beragam. Hal ini terbukti selama peneliti melaksanakan tugas Program Pengalaman Lapangan (PPL) khususnya di kelas X SMK PGRI 6 Malang. Berdasarkan pengalaman yang dialami oleh peneliti sendiri kebanyakan siswa bukan tidak cerdas namun secara emosi maupun secara keyakinan mereka kurang bisa mengendalikan diri dengan baik apalagi dalam hal self confidence (kepercayaan pada diri sendiri). Mereka cenderung lebih lebih suka mengeluh dan banyak bertanya pada saat ulangan maupun pada saat praktek. Sebagian mereka yang ragu dalam mengerjakan tugas banyak melakukan kesalahan dalam mengisi soal maupun kegiatan praktek yang diberikan. Pernyataan ini didukung oleh nilai hasil raport siswa, dari jumlah siswa kelas X secara keseluruhan yaitu sebanyak 180 siswa yang lulus hanya 26,67% saja, dimana kelas MO1 sebanyak 5 orang yang lulus, MO2 sebanyak 6 orang, PM sebanyak 9 orang, APK 17 orang dan AK
8
sebanyak 8 orang. Berdasarkan data tersebut maka nilai mata pelajaran kewirausahaan masih dalam kategori rendah, walaupun sudah ada beberapa siswa yang telah memenuhi standar patokan yang sudah ditentukan sebagai tingkat kelulusan yaitu 75, tetapi sebagian besar siswa nilainya masih di bawah nilai standar ketuntasan. Rendahnya prestasi belajar tersebut disebabkan rendahnya motivasi serta minat belajar yang timbul dari dalam maupun dari luar siswa serta kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran. Melihat masih rendahnya nilai siswa khususnya pada mata pelajaran kewirausahan tersebut maka peneliti melakukan penelitian di SMK PGRI 6 Malang. Penelitian ini dilakukan di kelas X, karena untuk kelas XI pada saat observasi sedang melaksanakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN), sementara untuk kelas XII difokuskan untuk persiapan menghadapi ujian akhir sekolah. Diharapkan melalui EQ, SQ, dan Minat Belajar dapat bersinergi dan saling menunjang siswa untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Prestasi merupakan salah satu alat ukur bagi siswa telah belajar efektif & efesien. Bersinerginya antara kemampuan intelektual dan manajemen emosi maka siswa akan lebih dapat memaknai keberhasilan & kestabilan prestasi dan mental spiritual. Berdasarkan pada latar belakang yang telah dipaparkan di atas, dimana penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui “Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) Kecerdasan Spiritual (SQ) dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kewirausahaan di SMK PGRI 6 Malang Tahun Pelajaran 2012/2013.”
9
1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka, rumusan masalah penelitian ini adalah.
1. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara Kecerdasan Emosional (EQ) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X di SMK PGRI 6 Malang ?
2. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara Kecerdasan Spiritual SQ terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X di SMK PGRI 6 Malang ?
3. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara Minat Belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X di SMK PGRI 6 Malang ?
4. Apakah ada pengaruh secara simultan antara Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Spiritual (SQ), dan Minat Belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X di SMK PGRI 6 Malang ?
1.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui.
1. Pengaruh yang signifikan antara Kecerdasan Emosional (EQ) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X di SMK PGRI 6 Malang.
2. Pengaruh yang signifikan antara Kecerdasan Spiritual SQ terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X di SMK PGRI 6 Malang.
10
3. Pengaruh yang signifikan antara Minat Belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X di SMK PGRI 6 Malang.
4. Pengaruh secara simultan antara Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Spiritual (SQ), dan Minat Belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X di SMK PGRI 6 Malang.
1.4 Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini adalah.
1. Penelitian terbatas pada pembuktian hipotesis dan keterkaitan variabel EQ, SQ dan Minat Belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan.
2. Kecerdasan Emosional (EQ) hanya meliputi menggali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, membina hubungan dengan orang lain.
3. Kecerdasan Spiritual (SQ) hanya mencangkup prinsip ketuhanan, kepercayaan yang teguh, berjiwa kepemimpinan, berjiwa pembelajar, berorientasi pada masa depan, dan prinsip keteraturan.
4. Minat Belajar yang dimaksud adalah hanya arahan perhatian, perasaan senang, perasaan tertarik untuk mempelajari Mata Pelajaran Kewirausahaan yang timbul karena dorongan rasa ingin tahu akan apa yang terkandung dalam mata pelajaran tersebut.
5. Prestasi belajar siswa yang dipakai adalah nilai raport siswa kelas satu semester gasal pada mata pelajaran kewirausahaan.
11
1.5 Asumsi Penelitian Asumsi merupakan anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian (Selamet Rianto,2006:13). Asumsi diajukan untuk mendukung hipotesis penelitian, asumsi diterima sebagai pemikiran yang benar. Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah.
1. Diasumsikan bahwa responden memahami & memiliki (EQ), (SQ), dan Minat Belajar yang variasi di SMK PGRI 6 Malang adalah sama.
2. Faktor di luar Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Spiritual (SQ), dan Minat Belajar, terhadap prestasi belajar siswa dianggap tidak berpengaruh secara signifikan.
3. Responden dalam memberikan respon terhadap angket peneliti berlaku sewajarnya, sungguh-sungguh dan jujur.
4. Nilai raport semester ganjil dianggap sebagai pencerminan prestasi belajar yang sesungguhnya.
1.6 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah.
1. Peneliti ini mempunyai empat variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat, dimana kecerdasan emosional (X1), kecerdasan spiritual (X2), dan minat belajar (X3) sebagai variabel bebas sedangkan prestasi belajar (Y) sebagai variabel terikat.
2. Penelitian dilakukan pada SMK PGRI 6 Malang
3. Peneliti hanya meneliti pada mata pelajaran kewirausahaan.
12
4. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMK PGRI 6 Malang.
1.7 Manfaat Penelitian Manfaat dalam penelitian ini meliputi.
1. Manfaat Teoritis
a. Penelitian ini bermanfaat untuk menguji dan melihat keberlakuan teori Emotional Quotient (EQ) yang diungkap oleh Goleman (2003: 404) bahwa “keterampilan emosional memperbaiki nilai prestasi akademis dan kinerja sekolah anak.
b. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah khasanah ilmu pada bidang pendidikan terutama Pendidikan Kewirausahaan dan siswa memiliki prestasi yang semakin baik dan mampu menyelesaikan tugas sekolah dengan baik, siswa juga dapat menganal emosi diri dan berfikir positif dalam bergaul, memecahkan masalah dan bersikap baik pada guru dan masyarakat, seperti yang diungkapkan oleh Wahab & Umiarso (2011:58) menyatakan bahwa manfaat penerapan SQ terhadap peningkatan prestasi belajar adalah untuk menjadi kreatif, luwes, berwawasan luas atau spontan secara kreatif.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi siswa
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada siswa bahwa peningkatan prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, dan Minat Belajar sehingga dengan
13
adanya ketiga kecerdasan tersebut dapat memberikan motivasi yang kuat untuk bisa belajar secara mandiri
b. Bagi peneliti
Hasil penelitian ini merupakan langkah awal untuk melatih dan mempersiapkan diri menjadi guru yang professional serta sebagai sarana informasi dan dasar untuk mengetahui kebenaran yang terjadi tentang (EQ), (SQ), dan Minat Belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan khususnya pada sekolah yang diteliti
c. Bagi sekolah
Menjadi kajian bagi sekolah sebagai pendorong dan sebagai sumber informasi ilmiah tentang pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, dan Minat Belajar sehingga peserta didik mampu menyerap ilmu pengetahuan melalui tingkat kecerdasan yang sudah dimiliki dan berperan sebagai umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan.
d. Bagi orang tua
Sebagai bahan masukan untuk meningkatkan prestasi belajar anaknya, bahwa kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan minat belajar memiliki peranan penting bagi seorang anak.
e. Bagi dunia pendidikan
Penelitian ini bermanfaat untuk dijadikan acuan untuk mengembangkan penelitian yang terkait dengan masalah Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, dan Minat Belajar yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, sehingga dapat menambah dan memperluas ilmu yang dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan.
14
1.8 Definisi Operasional Untuk memperjelas, menyamakan istilah dan menghindari penafsiran yang berbeda pada judul skripsi ini, maka penulis akan memberikan beberapa definisi operasional sebagai berikut.
1. Kecerdasan Emosional (EQ) adalah suatu kemampuan seseorang untuk memahami diri sendiri dan orang lain dengan menggunakan perasaannya untuk dapat memandu pikiran dan tindakannya yang dapat diukur melalui pengenalan emosi diri sendiri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenal emosi orang lain, dan ketrampilan sosial,
2. Kecerdasan Spiritual (SQ) adalah kecerdasan yang berasal dari dalam hati, menjadikan kita kreatif ketika kita dihadapkan pada masalah pribadi, dan mencoba melihat makna yang terkandung di dalamnya, serta menyelesaikannya dengan baik agar memperoleh ketenangan dan kedamaian hati. Kecerdasan spiritual membuat individu mampu memaknai setiap kegiatannya sebagai ibadah, demi kepentingan umat manusia dan Tuhan yang sangat dicintainya yang dapat diukur melalui prinsip ketuhanan, kepercayaan yang teguh, berjiwa kepemimpinan, berjiwa pembelajar, berorientasi pada masa depan, dan prinsip keteraturan.
3. Minat Belajar adalah kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus yang berkaitan dengan perasaan senang terhadap apa yang telah diperoleh yang dapat diukur melalui perasaan senang, perhatian dalam belajar, bahan pelajaran dan sikap guru yang menarik, serta manfaat dan fungsi mata pelajaran.
15
4. Prestasi belajar adalah penguasaan atau keterampilan yang dimiliki oleh siswa setelah mengalami proses belajar yang ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi siswa diambil melalui dokumentasi nilai raport semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013.
5. Kewirausahaan adalah orang atau badan yang menciptakan usaha baru dengan menghadapi ketidakpastian dan resiko dengan maksud untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan usaha melalui pengidentifikasian peluang yang signifikan dan penggunaan sumber daya yang diperlukan.

2 komentar:

  1. nai berminat namah isi blog agik ju<skripsi nyuruh galau kau

    BalasHapus
  2. Kalo untuk mengukur tinggi rendahnya minat itu bagaimana ia?

    BalasHapus