59
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
3.1. Rancangan Penelitian
Penelitian ini akan menggambarkan cara yang dilakukan oleh peneliti agar memperoleh data yang valid sesuai dengan variabel dan tujuan penelitian. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai informasi EQ, SQ, dan Minat Belajar terhadap prestasi belajar siswa.
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksplanasi (explanatory research). Penelitian eksplanasi berfungsi untuk menguji hubungan antara variabel yang dihipotesiskan. Penelitian ini berusaha untuk mengetahui hubungan antara tiga variabel bebas yaitu kecerdasan emosional (X1), kecedasan spiritual (X2), dan minat belajar (X3) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan (Y) yang merupakan variabel terikat. Adapun rancangan penelitian sebagai berikut.
Gambar 3.1 Rancangan Penelitian
Kecerdasan Emosional / EQ (X1)
Kecerdasan Spiritual / SQ (X2)
Prestasi Belajar Siswa (Y)
Minat Belajar (X2)
60
Keterangan.
Variabel bebas (X1) : kecerdasan emosional (EQ)
Variabel bebas (X2) : kecerdasan spiritual (SQ)
Variabel bebas (X3) : minat belajar
Variabel terikat (Y) : prestasi belajar siswa
: pengaruh secara parsial
: pengaruh secara simultan
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas yaitu (EQ) sebagai (X1), (SQ) sebagai (X2) dan Minat Belajar sebagai (X3) terhadap variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa (Y). Berdasarkan gambar tersebut digambarkan garis tipis-tipis dan bagaimana pengaruh variabel bebas (X1, X2, X3) secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Y) dan juga dalam gambar tersebut digambarkan garis tebal yang merupakan penagaruh secara simultan antara variabel bebas dan variabel terikat. Jadi dalam penelitian ini digunakan analisis regresi linear berganda (multiply regression). 3.2 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel. Definisi operasional variabel adalah penentuan variabel sehingga menjadi variabel yang dapat diukur. Definisi operasional menjelaskan cara tertentu yang digunakan oleh peneliti dalam mengoperasionalisasikan variabel sehingga memungkinkan peneliti yang lain untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau mengembangkan cara pengukuran variabel yang lebih baik.
61
Berdasarkan model analisis, maka variabel-variabel yang digunakan dalam pengukuran penelitian ini adalah.
1. Variabel Independen (X)
a. Kecerdasan Emosional (X1)
Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel kecerdasan emosional adalah dengan menggunakan kuesioner yang diadopsi dari Goleman (2003:48), yang dikembangkan menjadi 5 dimensi yaitu:
1) Pengenalan Emosi Diri Sendiri
Instrumen yang digunakan dalam pengenalan diri berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi tentang bagaimana responden mengenal dirinya sendiri. Instrumen ini menggunakan lima skala likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
2) Mengelola Emosi
Instrumen yang digunakan dalam pengendalian diri berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi tentang sikap hati-hati dan cerdas dalam mengatur emosi diri sendiri. Instrumen ini menggunakan lima skala likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
3) Memotivasi Diri Sendiri
Instrumen yang digunakan dalam motivasi berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi sikap yang menjadi pendorong
62
timbulnya suatu perilaku. Instrumen ini menggunakan lima skala likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
4) Mengenal Emosi Orang Lain (Empati)
Instrumen yang digunakan dalam empati berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi kemampuan untuk mengetahui bagaimana perasaan orang lain. Instrumen ini menggunakan lima skala likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5)
5) Keterampilan Sosial (Hubungan dengan Orang Lain)
Instrumen yang digunakan dalam ketrampilan sosial berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi kemampuan menangani emosi ketika berhubungan dengan orang lain. Instrumen ini menggunakan lima skala likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
b. Kecerdasan Spiritual (X2)
Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel kecerdasan spiritual adalah dengan menggunakan kuesioner yang diadopsi dari Hersan Ananto (2008). Instrumen SQ dalam penelitian ini dikembangkan menjadi 6 dimensi yaitu:
1) Prinsip Ketuhanan
Instrumen yang digunakan dalam prinsip ketuhanan berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi kepercayaan atau keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Prinsip ini berlaku di Indonesia, karena Indonesia merupakan negara yang berdasarkan ke Tuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, prinsip ini bisa tidak berlaku pada Negara Komunis yang terdapat warganya
63
menganut atheis. Instrumen ini menggunakan lima Skala Likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
2) Kepercayaan yang Teguh
Instrumen yang digunakan dalam kepercayaan yang teguh berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi bagaimana responden mengerjakan tugas dengan disiplin dan sebaik-baiknya. Instrumen ini menggunakan lima Skala Likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
3) Berjiwa Kepemimpinan
Instrumen yang digunakan dalam berjiwa kepemimpinan berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi prinsip yang teguh agar mampu menjadi pemimpin yang sejati. Instrumen ini menggunakan lima Skala Likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
4) Berjiwa Pembelajar
Instrumen yang digunakan dalam berjiwa pembelajar berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi keinginan seseorang untuk terus belajar. Instrumen ini menggunakan lima skala likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
5) Berorientasi Masa Depan
Instrumen yang digunakan dalam berorientasi masa depan berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi orientatasi tujuan hidup baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Instrumen ini menggunakan lima skala likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
64
6) Prinsip Keteraturan
Instrumen yang digunakan dalam prinsip keteraturan berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi menyusun rencana atau tujuan dengan jelas. Instrumen ini menggunakan lima skala likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
c. Minat Belajar (X3)
Minat Belajar adalah kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus yang berkaitan dengan perasaan senang terhadap apa yang telah diperoleh (Hurlock, 2007:63). Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel Minat Belajar adalah dengan menggunakan kuesioner. Instrumen dalam Minat Belajar yaitu :
1. Perasaan senang.
Instrumen yang digunakan dalam perasaan senang berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi keinginan untuk memperlajari mata pelajaran kewirausahaan. Instrumen ini menggunakan lima skala likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
2. Perhatian dalam belajar
Instrumen yang digunakan perhatian dalam belajar berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi konsentrasi dan memperhatikan penjelasan dari guru. Instrumen ini menggunakan lima skala likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
3. Bahan pelajaran dan sikap guru yang menarik
Instrumen yang digunakan dalam bahan dan sikap guru yang menarik berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi antusias yang
65
tinggi dan selalu mengendalikan perhatiannya terutama pada guru. Instrumen ini menggunakan lima skala likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
4. Manfaat dan fungsi mata pelajaran
Instrumen yang digunakan dalam manfaat dan fungsi mata pelajaran berupa kuesioner yang diajukan kepada responden, yang meliputi kegunaan ilmu kewirausahaan. Instrumen ini menggunakan lima skala likert dari sangat tidak setuju (point 1) sampai dengan sangat setuju (point 5).
d. Variabel Dependen (Y)
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa, di mana prestasi belajar siswa ini diambil dari hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa SMK PGRI 6 Malang tahun ajaran 2012/2013. Variabel ini diukur berdasarkan nilai raport siswa kelas X semester gasal 2012/2013. 3.3. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Arikunto (2010:173) Populasi adalah ”keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus”. Sesuai dengan pengertian di atas maka populasi yang dimaksud di sini adalah seluruh siswa kelas X SMK PGRI 6 Malang tahun ajaran 2012/2013. Jumlah seluruh populasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
66
Tabel 3.1 Populasi penelitian
No
Kelas
Jumlah Siswa
1.
X MO1
32
2
X MO2
30
3.
X APK
44
4.
X AK
38
5.
X PM
36
Total
180
Sumber : Dokumen SMK PGRI 6 Malang 2012/2013
2. Sampel
Sampel menurut Arikunto (2010:174) mengatakan ”untuk sekedar ancer-ancer maka bila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar, dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih tergantung setidaknya dari;
a. kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana.
b. sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek, karena hal ini menyangkut sedikitnya data.
c. besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti. Untuk penelitian yang resikonya besar, tentu saja jika sampel besar, hasilnya akan lebih baik.
1) Besarnya sampel
Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebesar 25% dari jumlah seluruh siswa kelas X SMK PGRI 6 Malang Tahun ajaran 2012/2013, yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah 180 siswa, dari pengambilan sampel secara proporsional random sampling mengunakan 25% tiap kelas. Oleh karena itu dalam menggunakan 25% ada beberapa pertimbangan dari peneliti, yang pertama
67
ingin mendapatkan data yang (rill) teruji kebenarannya jadi dengan besarnya sampel tersebut hasil penelitian itu akan lebih sempurna dan teruji kebenarannya, yang kedua untuk menghindari responden yang menjawab asal-asalan, yang ketiga peneliti ingin mendekati sampel yang sempurna yang diambil secara acak. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 45 siswa yang menjadi sampel.
2) Teknik pengambilan sampel
Data dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik Random Sampling yaitu teknik sampling ini diberi nomor undian, demikian karena dalam pengambilan sampelnya, peneliti “mencampur” subyek-subyek dalam populasi sehingga subyek dianggap sama. Melalui teknik tersebut, maka peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subyek untuk memperoleh kesempatan (chance) dipilih menjadi sampel. Oleh karena hak setiap subyek sama, maka penelitian ini terlepas dari perasaan ingin mengistimewakan satu atau beberapa subyek untuk dijadikan sampel (Arikunto,2010:177). Sehingga jumlah sampel bisa dilihat dengan terperinci pada tabel di bawah ini sebagai berikut. Tabel 3.2 Rincian Sampel Penelitian
No
Kelas
Jumlah populasi
Besar Sampel
1.
X MO1
32 x 25%
8
2.
X MO2
30 x 25%
7
3.
X APK
44 x 25%
11
4.
X AK
38 x 25%
10
5.
X PM
36 x 25%
9
Jumlah Sampel
45
Sumber: Dokumen olahan peneliti 2013 3.4 Jenis, Sumber, dan Teknik Pengumpulan Data 3.4.1. Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan
68
untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuatitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiono, 2011:14). 3.4.2. Sumber Data Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Data primer adalah data utama yang berkenaan dengan variabel yang diteliti dalam hal ini dari subyek penelitian. Data primer adalah data yang diambil dari pertanyaan sesuai dengan angket penelitian (siswa kelas X MO1, MO2, APK, AK, PM) untuk mengetahui tentang (1) Kecerdasan Emosional yang dimiliki oleh siswa, (2) Kecerdasan Spiritual yang dimiliki oleh siswa, (3) Minat Belajar yang dimiliki oleh siswa, sedangkan data sekunder adalah pelengkap penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui sumber data sekunder yang tersedia di lokasi penelitian yaitu SMK PGRI 6 Malang berupa dokumen yang berisi nilai hasil belajar/nilai raport siswa semester gasal pada bidang studi kewirausahaan. 3.4.3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan: 3.4.3.1 Metode Angket atau Kuesioner
Metode angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data berupa daftar pertanyaan yang diajukan pada responden yang akhirnya responden mengisi pendapatnya sesuai kenyataan. Berdasarkan atas jawaban itu peneliti mengambil suatu kesimpulan mengenai subyek yang diteliti (Sugiono, 2010:199).
69
3.4.3.2. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, dan sebagainya” Arikunto (2010:274). Dokumentasi dipergunakan untuk memperoleh data tentang prestasi belajar siswa kelas X SMK PGRI 6 Malang berupa nilai raport pada mata pelajaran kewirausahaan semester 1.
3.5 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat untuk melakukan pengukuran terhadap fenomena yang ada di sekitar kita. Menurut Arikunto (2010:203) instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lengkap dan sistematis sehingga mudah diolah. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket (kuesioner). Dokumentasi (documenter), instrumen pengumpulan datanya disebut lembar pencatatan.
Proses yang digunakan untuk menyaring data ini dapat digunakan berbagai alat pengumpulan data. Salah satunya adalah angket/kuesioner. Metode angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, dimana pertanyaan tersebut bersifat tertutup sehingga responden tinggal memilihnya”, (Arikunto, 2010:194). Tiap-tiap item tersedia alternatif jawaban sebanyak 5 buah. Model jawaban seperti ini didasarkan atas model skala Likert yang terdiri dari lima tingkatan keputusan ini diambil peneliti berpijak pada pendapat Likert
70
(2005:139-140) yang mengemukakan bahwa skala Likert mengandung lima tingkatan. Menurut (Sugiyono, 2010:135) Skala Likert data dalam penelitian ini berupa kategori (diskrit) data tersebut diukur dengan menggunakan skala yang mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif dapat dikategorikan sebagai berikut:
Sangat setuju (SS) : 5
Setuju : 4
Ragu-ragu : 3
Tidak setuju : 2
Sangat tidak setuju : 1
Data dari responden yang diperoleh dari kuesioner selanjutnya diolah dengan menggunakan program SPSS. Hal ini dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabelitas instrumen penelitian. Arikunto (2010:144) menyatakan bahwa “instrumen yang baik harus memenuhi persyaratan penting yaitu valid & reliabel. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid & reliabel instrumen yang digunakan juga harus valid & reliabel. Besar harapan agar penelitian ini mencapai hasil yang diharapkan, maka peneliti membuat kisi-kisi instrumen penelitian seperti berikut.
71
Tabel 3.3 Jabaran Variabel & Instrumen Penelitian/EQ (X1)
Variabel
Sub variabel
Indikator
Instrument
Instrument pengumpulan data
Sebaran
Jumlah
EQ (X1) (Goleman 2003)
a. Mengenali emosi diri
b. Mengelola emosi
c. Memotivasi diri
d. Mengenal emosi orang lain
e. Membina hubungan dengan orang lain
1. Mengatur emosi diri (sadar diri)
2. Lebih mampu memahami alas an/sebab alasan
1. Pengelolaan amarah
2. Dapat mengurangi kecemasan
1. Lebih bertanggung jawab
2. Optimisme
3. Dorongan berprestasi
1. Peningkatan empati dan kepekaan terhadap orang lain
2. Kemampuan mengetahui bagaimana perasaan orang lain
1. Kemampuan menangani emosi ketika berhubungan dengan orang lain
2. Pandai bergaul dengan teman sebaya
Angket Angket Angket Angket
1, 2, 3, 4 5, 6, 7 8, 9, 10 11, 12, 13, 14 15, 16, 17, 18, 19, 20
4 3 3 4 5
Sumber: Goleman (2003) dan data primer
72
Tabel 3.4 Jabaran Variabel & Instrumen Penelitian/SQ (X2)
Variabel
Sub variabel
Indikator
Instrument
Instrument pengumpulan data
Sebaran
Jumlah
SQ (X2) (Hersan Ananto 2008)
a. Prinsip Ketuhanan
b. Kepercayaan yang teguh
c. Berjiwa kepemimpinan
d. Berjiwa pembelajar
e. Berorientasi pada masa depan
f. Prinsip keteraturan
1. Meyakini atau beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Meyakini hanya Tuhan yang harus disembah
1. Mempunyai keyakinan dalam mengerjakan tugas dengan disiplin sebaik-baiknya
1. Mempunyai prinsip teguh agar menjadi sejati pemimpin
1. Memiliki kemauan untuk belajar secara terus menerus
1. Memiliki tujuan hidup, baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang
1. Memiliki rencana atau tujuan yang jelas dalam melakukan sesuatu
Angket Angket Angket Angket Angket Angket
21, 22, 23, 24 26, 27 28, 29, 30, 31 32, 33, 34, 35 36, 37, 38 39, 40
4 2 4 4 3 2
Sumber: Hersan Ananto (2008) dan data primer
73
Tabel 3.5 Jabaran Variabel & Instrumen Penelitian/Minat Belajar (X3)
Variabel
Sub variabel
Indikator
Instrument
Instrument pengumpulan data
Sebaran
Jumlah
Minat Belajar (X3) (Hurlock 2007)
1. Perasaan senang.
2. Perhatian dalam belajar.
3. Bahan pelajaran dan sikap guru yang baik.
4. Manfaat dan fungsi mata pelajaran.
Angket
41, 42, 43, 44, 45. 46, 47, 48, 49, 50
5 5
Prestasi siswa
Nilai
Raport siswa kelas X semester gasal
Dokumentasi
Sumber: Hurlock (2007) dan data primer
3.6 Uji Instrument Penelitian
3.6.1 Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Penelitian ini pengukuran validitas dilakukan dengan melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas yang tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti mempunyai validitas rendah (Arikunto, 2010:144). Menguji validitas, instrumen penelitian yang dipakai adalah rumus Produck Moment. Rumus ini digunakan untuk menghitung korelasi antara skor tiap item denga skor total. Berikut rumus Produck Moment :
74
Keterangan:
Rxy : koefisien dua variabel yaitu variabel x dan y
: jumlah skor item
: jumlah skor total
: jumlah kuadrat dari skor item
: jumlah kuadrat dari skor total
: jumlah perkalian antara skor item dengan skor total
Tabel 3.6 Uji Validitas EQ & SQ
Item
(pertanyaan)
Signifikansi Keterangan
(sig < 0,05)
Item
(pertanyaan)
Signifikansi Keterangan
(sig < 0,05)
1. 0,000 Valid 21. 0,004 Valid
2. 0,000 Valid 22. 0,001 Valid
3. 0,004 Valid 23. 0,002 Valid
4. 0,000 Valid 24. 0,001 Valid
5. 0,001 Valid 25. 0,002 Valid
6. 0,000 Valid 26. 0,002 Valid
7. 0,000 Valid 27. 0,001 Valid
8. 0,000 Valid 28. 0,003 Valid
9. 0,000 Valid 29. 0,000 Valid
10. 0,004 Valid 30. 0,000 Valid
11. 0,000 Valid 31. 0,000 Valid
12. 0,001 Valid 32. 0,002 Valid
13. 0,000 Valid 33 0,005 Valid
14. 0,000 Valid 34. 0,001 Valid
15. 0,000 Valid 35. 0,003 Valid
16. 0,001 Valid 36. 0,002 Valid
17. 0,000 Valid 37. 0,000 Valid
18. 0,001 Valid 38. 0,002 Valid
19. 0,002 Valid 39. 0,000 Valid
20. 0,006 Valid 40. 0,000 Valid
Sumber : data olahan peneliti 2013
x
y
y2
x2
xy
75
Tabel 3.7 Uji Validitas Minat Belajar
Item (pertanyaan)
Signifikansi
Keterangan (sig < 0,05)
41.
0,000
Valid
42.
0,001
Valid
43.
0,000
Valid
44.
0,000
Valid
45.
0,002
Valid
46.
0,000
Valid
47.
0,000
Valid
48.
0,000
Valid
49.
0,000
Valid
50
0,000
Valid
Sumber : data olahan peneliti 2013
3.6.2 Uji Reliabelitas
Arikunto (2010:221) menyatakan bahwa reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan. Suatu tes dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Artinya, dalam setiap perubahan terjadi secara objek dan dari besarnya ketetapan itulah akan dapat menunjukkan tingginya reliabilitas instrumen, untuk menguji reliabelitas digunakan teknik Alpha Cronbach. Kriteria suatu instrumen penelitian dinyatakan reliabel, apabila semakin mendekati 1, dan apabila semakin mendekati 0 semakin tidak reliabel (Sarwoko, 2010:70). Rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabelitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya angket atau soal.
76
Keterangan: r11 : reliabelitas instrumen
k : banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal : jumlah varians butir
: varians total Tabel 3.8 Uji Reliabelitas
Variabel
Alpha Reliabelitas
Nilai Kritik
Keterangan
EQ
0,871
0,05
Reliabel
SQ
0,823
0,05
Reliabel
Minat Belajar
0,780
0,05
Reliabel
Sumber : data olahan peneliti 2013 3.7 Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan program komputer yaitu SPSS (Statistical Package For Social Science). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh Kecerdasan Emosional (X1), Kecerdasan Spiritual (X2), dan Minat Belajar (X3) terhadap Prestasi Siswa (Y). Rumus regresi yang digunakan adalah Y= b0 + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e Keterangan: b0 = konstanta X1 = kecerdasan emosional (EQ) X2 = kecerdasan spiritual (SQ) X3 = minat belajar Y = prestasi belajar siswa b1, b2, b3 = koefisien regresi untuk X1, X2, X3
77
e = error term
3.7.1 Teknik Analisis Deskriptif
Ditijau dari kata statistik, deskriptif merupakan statistik yang bertugas mendeskriptifkan atau memaparkan gejala penelitian. Statistik deskriptif sifatnya sangat sederhana dalam arti tidak menghitung dan tidak pula mengeneralisasikan hasil penelitian (Arikunto, 2010:272) adapun rumusnya sebagai berikut.
a. Mencari kelas interval
Proses menentukan klasifikasi/kriteria setiap variabel terlebih dahulu ditentukan panjang kelas interval sebagai berikut. Panjang kelas = (Subagyo, 2008:13)
Pengukuran kecerdasan emosional (EQ) dengan kuesioner berisi 20 soal. Tiap-tiap item dihitung berdasarkan interval dengan rentang skor 1-5. Berdasarkan alternatif jawaban pada instrumen penelitian. Nilai yang diperoleh dari nilai harapan terendah yaitu 20 point sampai tertinggi 100 poin, dari nilai harapan kemudian dibuat kelas interval. Tabel 3.9 Klasifikasi EQ
No
Kelas Interval
Klasifikasi
1.
82-100
Sangat tinggi
2.
67-81
Tinggi
3.
52-66
Sedang
4.
37-51
Rendah
5.
20-36
Sangat rendah
Sumber : data olahan peneliti 2013
78
Pengukuran kecerdasan spiritual (SQ) dengan kuesioner berisi 21 soal. Tiap-tiap item dihitung berdasarkan interval dengan rentang skor 1-5. Berdasarkan alternatif jawaban pada instrumen penelitian. Nilai yang diperoleh dari nilai harapan terendah yaitu 21 point sampai tertinggi 105 poin, dari nilai harapan kemudian dibuat kelas interval. Tabel 3.10 Klasifikasi SQ
No
Kelas Interval
Klasifikasi
1.
82-100
Sangat tinggi
2.
67-81
Tinggi
3.
52-66
Sedang
4.
37-51
Rendah
5.
20-36
Sangat rendah
Sumber : data olahan peneliti 2013
Pengukuran minat belajar dengan kuesioner berisi 10 soal. Tiap-tiap item dihitung berdasarkan interval dengan rentang skor 1-5. Berdasarkan alternatif jawaban pada instrumen penelitian. Nilai yang diperoleh dari nilai harapan terendah yaitu 10 point sampai tertinggi 50 poin, dari nilai harapan kemudian dibuat kelas interval. Tabel 3.11 Klasifikasi Minat Belajar
No
Kelas Interval
Klasifikasi
1.
43-50
Sangat tinggi
2.
35-42
Tinggi
3.
25-34
Sedang
4.
19-26
Rendah
5.
10-18
Sangat rendah
Sumber : data olahan peneliti 2013
79
Perhitungan tingkat prestasi belajar menggunakan persentase dimana diketahui skor nilai tertinggi 87 dan skor nilai terendah adalah 72 maka;
Menetukan persentase
Setelah diketahui panjang kelas, total tiap nilai butir dimasukan kelas interval sehingga didapat difrekuensi tiap klasifikasi. Frekuensi tersebut kemudian dipersentasekan. Adapun rumusnya sebagai berikut. P = (Subagyo, 2008:15) Dimana: P = persentase F = frekuensi N = jumlah (banyaknya responden) Tabel 3.12 Klasifikasi Prestasi Belajar
No
Kelas Interval
Klasifikasi
Frekuensi
Persentase (%)
1.
86-89
Sangat baik
2.
82-85
Baik
3.
78-81
Cukup baik
4.
74-77
Kurang
5.
70-73
Buruk
Sumber : data olahan peneliti 2013
3.7.2 Uji Asumsi Klasik
3.7.2.1 Uji Normalitas
Pengguanaan model regresi harus memenuhi asumsi bahwa data harus berdistribusi normal sehingga akan terpenuhi syarat normalitas sehingga dapat menjamin jawaban model analisis regresi yang digunakan dan dapat diambil suatu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengujian normalitas data dalam
80
penelitian ini menggunakan grafik normal P-plot, data dikatakan berdistribusi normal jika data menyebar di sekitar garis diagonal serta arah penyebarannya mengikuti garis diagonalnya. 3.7.2.2 Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk melakukan pengujian terhadap asumsi ini dilakukan dengan menggunakan analisis dengan grafik Plots. Dasar analisis.
1. Dengan melihat apakah titik-titik memiliki pola tertentu yang teratur seperti bergelombang, melebar kemudian menyempit, jika terjadi makan mengindikasikan terdapat heterokedastisitas;
2. Jika tidak terdapat pola tertentu yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 10 pada sumbu Y maka mengindikasikan tidak terjadi heterokedastisitas.
3.7.2.3 Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model uji regresi yang baik selayaknya tidak terjadi multikolinearitas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas.
1. Niali R2 yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris yang sangat tinggi, tetapi secara individual variabel bebas banyak yang tidak signifikan mempengaruhi variabel terikat;
81
2. Menganalisis korelasi antar variabel bebas. Jika antar variabel bebas ada korelasi yang cukup tinggi > 0,90 maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolinieritas;
3. Multikolinieritas dapat juga dilihat dari VIF, jika VIF < 5 maka tingkat kolinieritas dapat ditoleransi;
4. Nilai eigenvalue sejumlah satu atau lebih variabel bebas yang mendekati nol memberikan petunjuk adanya multikolinieritas.
3.7.2.4 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi terdapat korelasi serial diantara data pengamatann atau antara anggota sampel, sehingga muncul suatu data yang dipengaruhi oleh data sebelumnya. Walaupun umumnya autokorelasi muncul pada data deret waktu tetapi tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada data crossectional. Kriteria pengujian.
1. Jika dhitung < dL berarti terdapat autokorelasi positif;
2. Jika (4-d) < 4-dU berarti terdapat autokorelasi negatif;
3. Jika dU < dhitung < 4-dU berarti tidak terdapat autokorelasi;
4. Jika dL < dhitung < dU atau 4-dU < dhitung < 4-dL berarti tidak dapat diambil kesimpulan.
3.7.3 Pengujian Hipotesis
Analisis di atas digunakan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan minat belajar terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X di SMK PGRI 6 Malang.
82
3.7.3.1 Uji t
Uji t digunakan untuk menguji signifikan pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat dengan menganggap variabel lain bersifat konstanta. Menggunakan rumus: t = (Sarwoko, 2010:95) Keterangan: bi = koefisien regresi variabel bebas ke-i (i=1,2,3,dts) se = standar error Uji t ini menggunakan taraf signifikan 95% (α = 0,05). Rumusan hipotesis yang diajukan yaitu.
1. Bila nilai thitung > ttabel atau Sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas yang diukur terhadap variabel terikat;
2. Bila nilai thitung ≤ ttabel atau Sig. ≥ 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak berarti tidak ada pengaruh antara variabel bebas yang diukur terhadap variabel terikat.
3.7.3.2 Uji F
Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat. Menggunakan rumus.
F = (Sarwoko, 2010:95)
83
Dimana: R2 : koefisien determinasi k : jumlah variabel termasuk konstanta n : jumlah sampel F : Fhitung selanjutnya dibandingkan dengan Ftabel pada taraf α = 5%. Kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah.
1. Bila nilai Fhitung > Ftabel atau Sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat;
2. Bila nilai Fhitung ≤ Ftabel atau Sig. ≥ 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, dengan kata lain variabel bebas tidak dapat menjelaskan perubahan variabel terikat.
power point semprol e nai dimasuk ke blog ugak ju
BalasHapus